Gapai Impian Jadi Guru Profesional Melalui Program PPG

PPG
Peserta PPG Prajabatan gelombang ke II Program Studi (Prodi) Teknik Otomotif saat mengikuti proses perkuliahan di ruang EJ 202 Jurusan Pendidikan Otomotif FT UNM. (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Menjadi seorang guru yang profesional tidaklah semudah dulu lagi. Gelar sarjana pendidikan (S.Pd) kini tidak bisa lagi diandalkan untuk menjadi guru.

Tetapi harus mengikuti beberapa tahap seperti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan bagi yang belum mengajar dan PPG Dalam Jabatan bagi yang sudah mengajar selama lima tahun. Selain itu, ada juga yang disebut program Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T).

(Baca Juga: PPG Dalam Jabatan 2018 Kembali Dibuka)
(Baca Juga: PPG Dalam Jabatan 2018 Dibuka, Berikut Jadwal Pentingnya)

Melalui program PPG inilah, salah satu alumni Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif FT UNM, Hamri optimis bisa menggapai cita-citanya menjadi guru yang profesional. Ia mengikuti program PPG Prajabatan beberapa bulan setelah lulus pendidikan S1.

“Cita-cita saya sejak kecil yaitu ingin menjadi seorang guru,” katanya.

(Baca Juga: PPG Prajabatan Bersubsidi 2018 Dibuka, Ini Persyaratannya)
(Baca Juga: Pendaftaran PPG Prajabatan Bersubsidi 2018 Diperpanjang)

Pria yang kerap disapa Ozon ini bercerita bahwa ia termotivasi mengikuti program ini. Karena menurutnya, hanya melalui program ini ia bisa menjadi guru yang profesional.

“Saya termotivasi apalagi pendidikan saya didukung oleh latar belakang gelar S.Pd. sebagai basic untuk mendidik,” ucapnya.

(Baca Juga: Ini Tata Cara Pendaftaran PPG Dalam Jabatan 2018)
(Baca Juga: PPG Dalam Jabatan 2018 Tetapkan Dua Persyaratan)

Pada program ini, lanjut Ozon, peserta PPG betul-betul dilatih menjadi seorang guru yang profesional. Utamanya dalam penguasaan kompetensi pedagogik dan profesional dibidangnya.

“Proses belajarnya diakhiri dengan penilaian oleh dosen. Jadi satu kali saja alpa berarti nilaita tidak ada,” lanjutnya.

(Baca Juga: Kemenristekdikti Kembali Buka PPG Prajabatan Bersubsidi 2018)

Peserta PPG asal Pinrang ini juga bercerita bahwa ada beberapa perbedaan dalam pembelajaran pada saat S1 dengan program ini. Pada program PPG, jadwal lebih padat yaitu selama lima hari dalam seminggu kuliah.

“Kita itu masuk mulai pukul 07:30 Wita dan pulang pukul 17:00 Wita,” ujarnya.

(Baca Juga: Ini Jadwal Penting PPG Prajabatan Bersubsidi 2018)
(Baca Juga: Kemenristedikti Hanya Buka 10 Prodi PPG Prajabatan Bersubsidi 2018)

Selain itu, pada program PPG, ada juga istilah dalam perkuliahan yang mereka namakan siklus. Ozon menjelaskan bahwa dalam satu siklus terdiri dari delapan kali pertemuan. Ia pun memberi contoh bahwa semisal siklus 1 yaitu Teknik Sepeda Motor.

Pada hari pertama yang dilakukan yaitu pendalaman materi. Kemudian analisis KI-KD, Pembuatan RPP, Modul, Jobsheet, Media, Instrumen Evaluasi dan terakhir Peer Teaching.

“Begitulah seterusnya selama 10 Siklus,” ucap¬† mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Otomotif (HMO) periode 2013-2014 ini saat dihubungi melalui pesan Whats App 4 Mei lalu. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Wahyudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *