Mahasiswa UNM Dapat Kesempatan Dinner di Kantor Kepresidenan Amerika Serikat

Mahasiswa UNM Dapat Kesempatan Dinner di Kantor Kepresidenan Amerika Serikat

0
Dean Ri’zalt Tadisara, mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang mendapat kesempatan dinner di Kantor Kepresidenan Amerika Serikat (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – White House atau yang lebih dikenal dengan Gedung Putih, merupakan rumah sekaligus kantor kepresidenan Presiden negara adidaya, Amerika Serikat. Tentu saja, hanya segelintir orang yang boleh masuk ke tempat orang nomor satu negeri paman sam ini. Namun, siapa sangka mahasiswa dari kampus oranye justru mendapat undangan dinner alias makan malam di tempat tersebut.

Ialah Dean Ri’zalt Tadisara, mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) mendapat kesempatan langka ini berkat kegiatan Young South East Leaders Initiate (YSEALI). Acara tersebut merupakan salah satu program kebanggaan Amerika Serikat sejak zaman kepemimpinan Obama. Sebelum menginjak kaki di Gedung Putih, ia mesti mengikuti kegiatan tersebut di Semarang pada 3 hingga 7 Mei lalu,

Penghargaan sebagai ‘the best innovate delegated’ dalam kancah tersebut berhasil diraihnya. Hingga membawanya menikmati pengalaman makan malam di istana kepresidenan Amerika Serikat. Kegiatan ini sendiri juga menjadi wadah pengembangan kepemudaan untuk menciptakan generasi pemimpin-pemimpin Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) agar nantinya di tahun 2030 bukan orang-orang Eropa saja yang bisa memimpin.

Pria asal Mamuju ini sejak lama mendapat pelbagai prestasi. Bermula dari medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang didapatk sejak kelas tiga Sekolah Dasar (SD) hingga menjadi Asian Student Ambassador pada 2015.

“Kelas empat sempat juga juara lomba menggambar, dan dipamerkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO),” tuturnya.

Mengikuti pelbagai kegiatan menjadi aktivitas rutinya, mulai dari kegiatan kepemudaan, lomba olimpiade, hingga kesenian. Baginya seluruh kegiatan itu memiliki kesan tersendiri. Namun, bidang kependidikan menjadi fokus utamanya.

“Semua kegiatan yang pernah saya ikuti memiliki kesan yang berbeda-beda sesuai bidangnya. Tapi bidang kependidikan paling saya minati,” katanya.

Menjadi seorang pendidik sendiri merupakan impian mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini. Menurutnya, pendidikan ialah dasar peletak bagi bidang lain. Sosok ibu yang merupakan seorang pendidik juga mengambil andil dalam impiannya itu.

“Cita-citanya sih mau jadi pendidik. Terinspirasi dari bunda yang seorang pendidik, saya juga merasa pendidikan itu hal, yang mendasari bidang lain. Seperti bidang ekonomi tidak akan maju jika tidak ada bidang pendidikan. Begitu dengan bidang lainnya,” jelas pria berdarah Bali ini.

Doa serta perencanaan yang matang menjadi kunci suksesnya. Seseorang mesti memiliki long vision dalam melihat kehidupan, bukan menetapkan tujuan yang terkesan singkat. Sehingga, dalam menjalani kehidupan seluruh kendala dan kesempatan dapat disikapi dengan tepat.

“Punya tujuan hidup yang jauh. Bukan menetapkan shorten goals. Tugas kita belajar dan memulai dengan doa. Urusan berhasil atau tidak itu urusan tuhan. Kita hanya harus berusaha,” tuturnya.

Saat ditanya soal motivasi, selain membanggakan orang tua dan orang terdekat. Menemukan tujuan hidup dan menjadi orang yang berguna juga menjadi alasannya . “Saya diciptakan pasti ada tujuan, saya mau hidup saya berguna bagi orang lain. Bisa menjadi berkat,” urainya. (*)


*Berita ini telah terbit di Tabloid Profesi edisi 218

Facebook Comments

You may also like

Ini Selfiah Ariana, Keliling UNM Jual Kue Pia Untuk Biaya Kuliah

PROFESI-UNM.COM – Berjalan sejauh kurang lebih 2,5 kilometer.