Berita Terbaru!! :
Home » , » Ciptakan Bakteri Penambat Nitrogen

Ciptakan Bakteri Penambat Nitrogen

Admin by Persma UNM on Tuesday, 21 May 2013 | 03:16

Salah satu proses untuk mendapatkan bakteri penambat
Nitrogen. (dok. pribadi)
PROFESI-UNM.COM - Mendengar kata bakteri, banyak orang yang masih awam ngeri mendengarnya, karena mereka hanya berpikir bakteri sebagai penyebab penyakit, penular penyakit dan lain sebagainya. Padahal disamping merugikan, bakteri juga mempunyai peranan yang menguntungkan bagi manusia dan makhluk hidup sekitarnya, misalnya untuk fermentasi makanan. Bakteri pun berperan penting dalam bidang pertanian sebagai penyubur tanah.

Berawal dari kondisi petani yang semakin memprihatinkan, karena harga pupuk buatan yang semakin mencekik leher dan produktivitas hasil pertanian yang rendah seiring penggunaan pupuk yang dapat menyebabkan tercemarnya lingkungan membuat dosen Biologi, Oslan Jumadi berinovasi melakukan isolasi bakteri yang bermanfaat bagi bidang pertanian. Bakteri yang diisolasi tersebut adalah bakteri penambat nitrogen yang bermanfaat pada tanah.

Isolasi bakteri ini dilakukan dengan pengambilan sampel tanah terlebih dahulu pada daerah perkebunan jagung dan persawahan yang berasal dari beberapa kabupaten diantaranya Barru, Maros dan Takalar. Sampel tanah yang didapatkan kemudian dikeringkan dan setelah kering dilakukan penimbangan. Tanah yang telah ditimbang kemudian diinokulasikan ke dalam medium cair yaitu burk’s dan ashby. Perbedaan antara medium cair burk’s dan ashby’s yaitu berbeda dari komposisinya. Burk’s lebih cenderung pada sukrosa sedangkan ashby komponen yang berperan yaitu manitol.

Glukosa dan manitol berfungsi sebagai sumber penyedia karbon bagi bakteri.  Sampel tanah yang diinokulasikan pada setiap medium cair sebanyak 1 gram dan disimpan selama dua minggu. Medium cair yang telah disimpan tersebut akan ditumbuhi koloni bakteri dan selanjutnya dimasukkan ke dalam cawan petri yang berisi medium ashby’s dan burk’s agar dengan metode sebar. Cawan petri yang berisi suspensi bakteri kemudian diinkubasi selama satu minggu.

Setelah satu minggu koloni yang tumbuh kemudian diidentifikasi morfologinya menggunakan mikroskop dan koloni counter. Koloni yang didapatkan kemudian dipindahkan ke dalam medium yang sama dengan menggunakan metode gores. Medium yang telah digores diinkubasi selama 1 minggu, namun dilakukan penggoresan berulang-ulang sampai pada minggu ke tiga. Fungsi dari penggoresan yang berulang-ulang agar mendapatkan koloni bakteri tunggal.

Setelah melakukan tahap inkubasi dan penggoresan kemudian tahap selanjutnya dilakukan pengujian ammonium. Amonium ini yang menjadi peranan penting bagi kesuburan tanah. Pada tahap pengujian ammonium akan didapatkan bakteri yang berpotensi dan juga tidak berpotensi menjadi penyubur tanah. Bakteri yang berpositif terdapat ammonium dilanjutkan pada tahap identifikasi bakteri secara fisiologi mengguanakan alat bantu mikroskop.

Pada penelitian Oslan ini dibantu oleh mahasiswanya yang bernama Sangkala eksponen 2009, yang sekaligus menjadi tugas akhir studinya ini. Sangkala menjelaskan, penelitian ini sudah memasuki tahap inkubasi metode pemurnian di mana penelitian ini mulai berjalan pada akhir bulan Februari dan ditargetkan selesai pada akhir bulan Mei mendatang. “Penelitian ini juga sebenarnya merupakan penelitian yang bertahap dan untuk mendapatkan penelitian sesungguhnya dibutuhkan waktu kurang lebih lima tahun,” tambah dosen Biologi ini.

Berkat ide Oslan ini, ia berhasil mendapatkan dana hibah dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti). Dirinya berharap, penelitian ini akan terus berlanjut tidak sampai disini saja. “Penelitian seperti ini sangat membantu masyarakat dan lingkungan sendiri, jadi orang-orang sebaiknya pintar melihat peluang yang ada di bumi ini,” harapnya. (*)


*Sumber: Tabloid Profesi Edisi 168

Share this article :
0 Komentar
Tweet
Komentar

0 comments :

Sampaikan tanggapan Anda

Tanpa Anda Kami Belum Lengkap