Berita Terbaru!! :

Berita Terbaru

Mahasiswa UNM Berencana Shalat Jumat Berjamaah di Jalanan

Admin by Persma UNM on Friday, 28 November 2014 | 05:00

Shalat Jumat mahasiswa UNM yang digelar di jalanan,
(14/11) lalu. Besok Mereka berencana menggelar
shalat Jumat di jalanan lagi.
(ist.)
PROFESI-UNM.COM - Ada hal menarik dalam aksi unjuk rasa yang akan digelar mahasiswa UNM dari Aliansi Mahasiswa Olahraga (Amara), Jumat (28/11) siang ini. Pasalnya, selain berunjuk rasa, mereka berencana menggelar shalat Jumat berjamaah di jalanan, Jl AP Pettarani depan gedung Pinisi (28/11).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Profesi, aksi unjuk rasa ini rencananya akan mulai digelar pukul 11.00 Wita dan dilanjutkan dengan shalat Jumat berjamaah. Shalat ini akan berlangsung di salah satu ruas jalan AP Pettarani.

Menurut koordinator lapangan, Herman, shalat Jumat ini menjadi salah satu rangkaian aksi unjuk rasa karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah umat Islam. Mereka menuntut penolakan kenaikan harga BBM dan tindakan kekerasan aparat kepolisian.

"Kawan-kawan Amara akan kembali turun aksi terkait penolakan kenaikan harga BBM dan tindakan represif aparat kepolisian. Tuntutan tetap pada tolak kenaikan harga BBM dan tindakan represif aparat kepolisian yang mengakibatkan banyak korban luka-luka bahkan menelan korban jiwa," kata koordinator lapangan, Herman. (*)

*Reporter: Ari Maryadi

FIP Ambil Alih Tempat Wisuda untuk Ramah Tamah

Ramah tamah FIP UNM di Wing A Lantai 2 Menara Pinisi UNM, Kamis (27/11).
PROFESI-UNM.COM - Setelah pelaksanakan wisuda hari kedua. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) secara langsung mengambil alih tempat dan melaksanakan Ramah Tamah di Wing A Lantai 2 Aula Menara Pinisi UNM, Kamis (27/11).

Pembantu Dekan Bidang Akademik (PD I) FIP UNM, Ali Latif Amri mengatakan, dengan langsung melaksanakan langsung ramah tamah di tempat pelaksanaan wisuda katanya agar efektif berlangsungnya acara tambahan itu. "Apalagi ini tidak memakai biaya yang besar seperti di tempat lain," katanya.

Ia mengatakan, ramah tamah di FIP tidak pernah berubah tiap tahunnya, selalu berlangsung di tempat usai prosesi wisuda. "Kami selalu menggunakan standar pembayaran wisuda sebesar Rp 750 ribu tidak pernah lebih. Karena kita paham kondisi mahasiswa, apalagi ini kan tidak menghilangkan esensi ramah tamah meskipun tempat yang sederhana," tuturnya. (*)

*Reporter: Kasdar Kasau

Dua Hari Pinisi Jadi "Pasar"

Admin by Persma UNM on Thursday, 27 November 2014 | 22:45

Boneka wisudawati yang dijual Astina, salah satu pedagang
di lantai Menara Pinisi UNM.
(Foto: Sulastri Khaer-Profesi)
PROFESI-UNM.COM - Pagi buta, perempuan setengah baya itu mulai sibuk menenteng dagangannya. Tangannya terlihat cekatan mengatur segala pernak-pernik yang ia jajakan satu persatu.

Ada pipa bening berisi boneka Barbie berbaju wisuda, kacamata, sepatu dan sendal, serta aksesoris wanita lainnya. Semuanya telah ia susun rapi sebelum matahari menampakkan teriknya.

Begitulah yang dilakukan Astina, salah satu penjual souvenir selama dua hari penyelenggaraan Wisuda I Tahun Akademik 2014-2015 Universitas Negeri Makassar (UNM) di Menara Pinisi, Rabu dan Kamis (26-27/11). Astina pun mengaku untung banyak. Boneka kreasinya yang dipatok dengan harga Rp50 ribu laris manis. "Banyak yang beli, mungkin karena hanya kami yang punya jualan boneka wisuda," tuturnya.

Tapi bukan cuma Astina, masih ada puluhan penjual lainnya yang memadati seluruh area lantai 1 menara itu. Penjual pakaian, barang eloktronik, makanan, jasa fotografi, lukisan kaligrafi, sampai penjual obat-obatan. Semua tumpah ruah selama dua hari ini seakan menyulap ikon kebanggaan kampus orange itu layaknya pasar.

Hadirnya penjual ini dimanfaatkan sanak famili wisudawan. Selama acara berlangsung di ballroom Menara Pinisi lantai 2, mereka sibuk berbelanja aksesoris wisuda dan pakaian yang harganya terbilang murah. Irmayani contohnya, sengaja membeli boneka sebagai kenang-kenangan anaknya yang diwisuda. "Ini bisa dipajang di lemari sebagai bukti anak saya sudah wisuda," terangnya.

Setiap hari wisuda, UNM memang selalu dipadati penjual. Wisuda pertama di gedung Pinisi kali ini juga mengundang penjual lebih banyak lagi. Nita, salah satu penjual aksesoris mengungkapkan baru pertama kali menjual di acara wisuda UNM. "Banyak penjual baru disini, tempat menjual juga enak karena di gedung, tidak panas," akunya. (*)

*Reporter: Sulastri Khaer

Lagu Empat Etnis Sambut Orang Tua Wisudawan

Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UNM saat tampil dalam
acara Wisuda I Tahun Ajaran 2014 - 2015.
(Foto: Febriawan Djali - Profesi). 
PROFESI-UNM.COM - Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyanyikan 13 lagu dalam acara Wisuda I Tahun Ajaran 2014 - 2015. Acara yang berlangsung selama dua hari ini berlangsung di Ballroom Menara Pinisi UNM. (26-27/11).

Guna menyambut seluruh orang tua dan wali wisudawan/wisudawati yang berasal dari berbagai daerah, PSM menyumbangkan lagu empat etnis. Lagu dari empat suku besar yaitu suku Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar.

"Lagu empat etnis mampu mewakili ucapan selamat datang kepada orang tua wisudawan yang jauh dari daerah untuk menghadiri wisuda anak mereka," ungkap Aan Rahdiyanzah selaku konduktor PSM.

Lebih lanjut, mahasiswa Fakultas Seni dan Desain (FSD) tersebut menjelaskan, lagu empat etnis tersebut di aransemen oleh anggota PSM sendiri, Salpriagung Mallita.

Selain lagu empat etnis, 10 lagu juga dinyanyikan seperti lagu Janger, Kincir-kincir, Gaudemus, Bagimu Negeri, Satu Nusa Satu Bangsa, Rayuan Pulau Kelapa, Hymne UNM, Insya Allah, Syukur (*)

*Reporter : Sulastri Khaer

Hari kedua, UNM Luluskan 789 Wisudawan

Ratusan mahasiswa UNM mengikuti prosesi wisuda
di lantai 2 Ballroom Menara Pinisi wing A, Kamis (27/11).
(Foto: Febriawan Djalil-Profesi)
PROFESI-UNM.COM - Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali meluluskan 789 wisudawan pada hari kedua periode pertama Tahun Akademik 2014/2015 di Ballroom Menara Pinisi Wing A, Kamis (27/11).

Rektor UNM, Arismunandar menuturkan wisuda hari kedua ini diikuti enam Fakultas yakni FMIPA, FIP, FIS, FPsi, FSD dan FE.

"Dari lulusan tersebut terdapat 659 orang lulusan program kependidikan dan 130 orang program non-kependidikan," ungkapnya.

Lebih lanjut, guru besar ilmu pendidikan ini mengatakan, diantara 789 program sarjana yang diwisuda terdapat 132 orang yang mendapat predikat Cumlaude.

"Kiranya prestasi ini dapat dipertahankan, jika mungkin ditingkatkan pada masa yang akan datang," harapnya. (*)

*Reporter: A. Sri Mardiyanti Syam

Perdana, Prosesi Wisuda Dilaksanakan di Pinisi

Menara Pinisi UNM
(Foto: int)
PROFESI-UNM.COM -  Untuk pertama kalinya, prosesi wisuda untuk mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) dilaksanakan di lantai 2 Menara Pinisi UNM.

Rektor UNM, Arismunandar dalam sambutanya berseru kepada mahasiswa agar sememakin banggalah kepada kampus UNM dengan produksi Gedung Pinisi yang digunakan untuk acara-acara spektakuler.

"Dengan adanya ikon kebesaran UNM ini semoga kedepannya bisa semakin maju dalam tantangan dan ditengah justifikasi-justifikasi yang menimpa UNM kita masih bisa berprestasi dan membanggakan almamater kita," ungkap guru besar Ilmu Pendidikan ini dalam sambutannya.

Adapun peserta yang resmi menjadi sarjana-sarjana baru UNM hari sebanyak 843. Masing-masing 350 wisudawan dari Program Pascasarjana (PPs), 91 dari Fakultas Teknik (FT), 258 dari Fakultas Ilmu Keolahragaan, 118 dari Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), dan 26 program doktoral. (*)

*Reporter: Nurul Irsal Amalia

Besok, LPDP Sediakan Beasiswa untuk Alumni UNM

Admin by kasdar kasau on Wednesday, 26 November 2014 | 12:10

(Ilustrasi: int)
PROFESI-UNM.COM - Kabar gembira bagi alumni Strata (S-1) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pasalnya, UNM akan menjalin kerjasama dengan pihak Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Departemen Keuangan dalam program beasiswa pendidikan indonesia.

Kesepakatan ini akan disahkan dengan acara penandatangan Memorandun Of Understanding (MoU) pada acara wisuda hari kedua tahun akademik 2014/2015 di Aula Wing A Pinisi UNM, Kamis (27/11) besok.

Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor UNM, Arismunandar dalam pidatonya pada acara Wisuda hari ini. Ia menuturkan, isi dari kesepakatan yang akan ditanda tangani besok yakni pemberian akses beasiswa LPDP untuk alumni Bidikmisi yg akan melanjutkan Program Magister di UNM.

Selain itu, lanjutnya akan ada pemberian akses yang lebih mudah bagi alumni S1 dan S2 yang akan melanjutkan pendidikannya di luar negeri dengan pemberian kursus awal di bidang bahasa Inggris.

"Jadi yang lolos beasiswa di luar negeri, LPDP akan menanggung SPP dengan biaya 200-500 juta tiap tahun serta biaya hidup 20-50 juta tiap bulan," imbuhnya.

Rektor dua periode ini mengharapkan semua alumni mempersiapkan diri mengikuti program tersebut. (*)

*Reporter: A. Sri Mardiyanti Syam

Ini Penjelasan Abdullah Pandang Soal Puisinya

Abdullah Pandang
(ist)
PROFESI-UNM.COM - Memperingati Hari Guru Nasional ke 69 Republik Indonesia (RI), Direktur Program Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Makassar (UNM), Abdullah Pandang membuat status di akun media sosial facebook miliknya dengan tulisan berupa puisi.

Sebelumnya, puisi itu ditulis secara terpisah dengan penjelasan dibawah ini. Menurutnya sistem pendidikan itu seperti halnya transportasi yang dikendarai oleh seorang sopir lengkap dengan penumpangnya.

"Jika kelas diibaratkan mobil, murid adalah penumpangnya, maka guru adalah sopir yang bertanggungjawab membawa kelas dengan seluruh penumpangnya itu ke tujuan yang diharapkan. Karena itu, kemampuan guru menguasai kendaraan, jalur yang harus dilewati, dan segala kendala yang mungkin terjadi sepanjang perjalanan, menjadi sangat urgen," kata pria kelahiran Wajo ini.

Lanjutnya, seorang guru ini mestinya memiliki ilmu yang mumpuni serta dibarengi moral yang baik pula. "Itu sebabnya pemangku jabatan tidak boleh sembarang. Harus disiapkan (dengan pendidikan) yang berkualitas, seleksi yang objektif, serta pembinaan berkelanjutan. Jika tidak, kita sedang mempertaruhkan nasib anak-anak bangsa yang jadi penumpang tersebut. Jika sang sopir tak mengerti cara benar menyetir, menguasai taktik melewati berbagai hambatan jalanan, maka itu akan sangat rawan terjadi "kecelakaan" intervensi," ungkapnya.

Sementara itu, menurut dosen Pendidikan Psikologi dan Bimbingan (PPB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) ini, kondisi guru saat ini masih banyak yang tidak memenuhi standar ilmu yang bisa menjadikannya sebagai pendidik yang profesional. "Banyak "supir-supir kelas" dengan pengetahuan seadanya. lebih celaka lagi, mereka tak sadar resiko ketidaktahuannya terhadap nasib anak bangsa ke depan. Itu tantangan bagi LPTK sebagai institusi pencetak tenaga guru," jelas Abdullah Pandang. (*)

*Reporter: Fatimah Muffidah Azzahra

Hari Guru, Abdullah Pandang Buat Puisi

(ilustrasi: int)
PROFESI-UNM.COM -

Hari ini harimu

Hari ketika bangsa pelupa ini mencoba mengingatmu. Meski mungkin hanya sekilas. Meski tak seserius menyambut hari lainnya.

Tapi bagiku, engkau adalah hulu dari semua gairah hidupku.

Engkau yang nyalakan matahari di pusat jiwaku, membebaskanku dari kegelapan hati.

Engkau yang hidupkan mata air di kedua tanganku, menyiramkan kesejukan di setiap jengkal langkahku.
Engkau yang tancapkan gunung di tapak kakiku, tempat aku berdiri mengamati hiruk-pikuk jagad-raya.

Guruku,
aku perlu minta maaf, telah merampas hidupmu, menguras habis tenaga dan waktumu demi menuntun dan memapahku melewati perjalanan panjang.

Guruku,
terima kasih atas keikhlasan dan kesabaranmu yang tak berbatas itu. (*)

*Reporter: Fatimah Muffidah Azzahra

Sumber: https://www.facebook.com/abdullah.pandang

Guru Dinilai Belum Miliki Kompetensi

Admin by Persma UNM on Tuesday, 25 November 2014 | 23:26

Guru Besar bidang Fisika UNM, Jasruddin.
(Foto: Febriawan - Profesi)
PROFESI-UNM.COM - Guru Besar bidang Fisika, Jasruddin, menilai guru belum memiliki kompentensi yang jelas. Menurutnya, masalah pendidikan bangsa Indonesia saat ini terletak pada guru.

"Masalah pendidikan kita adalah pemerintah tidak berhasil mempersiapkan guru. Persoalan pendidikan ini bukan soal kurikulum, bahan bacaan, atau fasilitas, melainkan masalah utamanya adalah guru," kata dosen yang menjabat Direktur Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini.

Jasruddin mengatakan, penilaian guru berdasarkan sertifikasi merupakan hal yang kurang tepat. Menurutnya, guru yang profesional tidak bisa lahir hanya dengan pelatihan yang berlangsung selama sembilan hari.

"Saya pribadi tidak setuju dengan sistem sertifikasi guru yang menggunakan sistem portofolio. Kenapa yang dilatih sembilan hari itu sudah dinyatakan profesional, sedangkan yang empat tahun saja dilatih belum tentu profesional," keluhnya.

Jasruddin menambahkan, guru merupakan hal penentu dari pengembangan sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, lanjutnya, maka perlu adanya guru yang berkualitas pula.

"Kita harus fokus pada pembenahan dan persiapan guru yang betul-betul profesional bukan profesional karena portofolio," tambahnya. (*)

*Reporter: Ari Maryadi