Berita Terbaru!! :

Berita Terbaru

Bestra UNM Pentas Teatrikal di FBS

Admin by DIORAMA on Wednesday, 16 April 2014 | 20:36

Pentas Teatrikal Bestra
(Ari - Profesi)
PROFESI-UNM.COM - Pentas teatrikal Bestra berjudul "Apakah Dunia Baik-baik Saja?" memancing seluruh mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) dan Fakultas Seni dan Desain (FSD) menonton di lapangan area gedung DG. FBS, Rabu (16/4).

Tiga orang pria bertubuh merah terlihat berteriak-teriak dan sangat menyeramkan. Tiga pria tersebut mengejar empat manusia biasa dan memenjarakannya di dalam terali besi. Tidak lama kemudian, datang beberapa orang dengan badan berwarna putih dan hitam. Ketiga orang tersebut berusaha melawan pria bercat merah dan melepaskan manusia biasa tersebut.

"Teatrikal tersebut menggambarkan empat manusia biasa yang ingin masuk Bestra namun harus melewati banyak rintangan," ungkap Kepala Suku Bestra, Ilyas Sainuddin 

Lebih lanjut Ilyas menjelaskan teatrikal ini sebagai sosialisasi perekrutan anggota baru Bestra Ta'aruf Alam (TA) IV. Selain mementaskan teatrikal, Bestra juga menggelar pameran foto kegiatan Bestra. Beberapa piala dan bentuk penghargaan Bestra lainnya ikut dipajang di sepanjang pelataran DG.(*)

*Reporter: Ari Maryadi




Pinisi Sepi Pengunjung

Admin by DIORAMA on Tuesday, 15 April 2014 | 21:07

Gedung Menara Pinisi dilihat dari Gedung Tellu' Cappa
(Sofyan - Profesi)
PROFESI-UNM.COM - Tak seperti biasanya, Pinisi yang merupakan ikon kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) sepi pengunjung (15/4), tidak banyak aktivitas yang terlihat dari para petinggi kampus. Lantaran rektor dan beserta jajarannya menjadi tim pengawas Ujian Nasional (UN). Sebanyak 209 dosen UNM sejak Senin kemarin bertugas di daerah Sulawesi Barat.

Ini terlihat dari kondisi ruangan pembantu rektor bidang kemahasiswaan (PR III) yang berada di lantai 6 biasanya ramai oleh para mahasiswa hari ini sepi pegunjung. Sama halnya dengan suasana lantai 2 yang dihuni Biro Akademik dan Administrasi Kemahasiswaan (BAAK) biasanya diserbu pengunjung, hari ini tampak lengang.

Para pejabat kampus ini bertugas menjadi pengawas pelaksanaan UN yang disebar di 180 titik SMA/SMK.
Jumlah dari keseluruhan dosen yang ikut dalam penugasan tersebut akan dibagi, Jika satu sekolah memiliki kurang dari 10 ruangan UN, maka akan diawasi satu dosen. Jika jumlahnya lebih dari 15 ruangan UN akan diawasi 2 sampai 3 dosen.

Perkuliahan tetap terlaksana meski beberapa mata kuliah ada yang dikorbankan dikarenakan dosen bersangkutan turut andil dalam pengawasan pelaksanaan UN. "Tidak tonji..kah masuk semua ji dosenku. Tapi ada satu orang pergi mengawas," tutur Nur Aisyah Abd salah satu mahasiswi FIS UNM. (*)




*Reporter: Dwi Pratiwi Aslam

Epta Acapella Gagal Audisi Kedua Indonesia Got Talent

Admin by DIORAMA on Monday, 14 April 2014 | 21:04

int
PROFESI-UNM.COM - Epta Acapella Makassar, Grup Music gendre accapella bentukan mahasiswa Fakultas Seni dan Desain mengikuti ajang Indonesia Got Talent di stasiun televisi SCTV. Mereka gagal dalam audisi kedua di Jakarta (15/3).

Anggota Epta Acapella Makassar, Wahyu Iswan mengungkapkan Minggu (16/3) grup musiknya datang ke Jakarta. Audisi pertama di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mereka lolos. Namun pada tahap kedua mereka akhirnya gagal.

"Diaudisi pertama kami mendapat 4 yes dari juri, namun akhirnya gagal di tahap kedua," tuturnya.

Mahasiswa program studi (prodi) Seni, tari, drama dan musik (Sendratasik) ini menjelaskan grup musik Epta Acapella Makassar terbentuk 3 Juni 2013 di Makassar. Belum genap setahun grup ini sudah mulai mengikuti kontes untuk membawa nama baik UNM.

"Pengalaman di Jakarta sangat berarti, meskipun gagal kami sudah berjuang," tegasnya. (*)



*Nurul Irsal Amalia



Di FIK UNM, Maling Motor Dikeroyok

Pelaku saat diintrogasi di ruang kerja
PD III FIK UNM.
(Syamsul_darmawan@yahoo.co.id)
PROFESI-UNM.COM - Dikabarkan siang tadi, Selasa (14/4) mahasiswa fakultas ilmu keolahragaan (FIK) UNM berhasil menggagalkan aksi pencurian motor di pelataran GOR Bulutangkis FIK UNM. Pelaku tertangkap tangan saat hendak membawa kabur motor Satria F.

Pelaku sempat dikroyok massa sebelum dibawa ke ruang kerja Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FIK UNM. Setelah sempat diintrogasi oleh pihak fakultas, pelaku kemudian diamankan oleh pihak kepolisian.

Tertangkapnya pelaku pencurian motor di FIK, mahasiswa berharap agar kasus pencurian tidak lagi terjadi dan pihak kepolisian bisa menangkap pelaku pencurian motor lainnya yang sering merajalela di fakultas ilmu keolahragaan.

Informasi ini kami terima melalui pesan elektronik yang dikirim oleh Syamsul Darmawan melalui alamat email syamsul_darmawan@yahoo.co.id. Belum ada konfirmasi oleh pihak FIK UNM terkait berita ini. (*)


*Reporter: Muhammad Yasir

Membongkar Benteng Fanatisme Menguji Demokrasi Mahasiswa FIS UNM

"MEMBONGKAR BENTENG FANATISME MENGUJI DEMOKRASI MAHASISWA FIS UNM (Catatan Ringan Menjelang MUFAK Lanjutan)"


"Akhirnya, tentang doktrin-doktrin sesat itu, saya percaya telah cukup mengetahui manfaat yang sebenarnya sehingga tidak akan terperdaya baik oleh janji-janji muluk maupun kelicikan atau pembualan orang yang mengaku lebih tahu daripada yang sesungguhnya mereka ketahui" 
(Rene Descartes in the Book Discourse and Method 1637).

Fakultas Ilmu Sosial
(Yasir - Profesi)

PROFESI-UNM.COM - Frans Magnis Suseno dalam sebuah tulisannya yang berjudul Demokrasi : Tantangan Universal, kemudian mempresentasikan suatu gagasan yang menarik yang patut kiranya untuk kita bedah dan diskusikan bersama sebagai Fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan. Dalam tulisannya tersebut terlihat benar bahwa Demokrasi diakui umum sebagai sistem politik di mana sejumlah ciri dan kondisi harus terpenuhi. Ciri tersebut adalah (1) negara hukum, (2) pemerintah berada di bawah kontrol nyata masyarakat, (3) ada pemilihan umum berkala yang bebas ,(4) prinsip mayoritas, (5) adanya jaminan terhadap hak-hak demokratis dasar. Kelima ciri tersebut akemudian dalah syarat dimana demokrasi ditilik dalam arti modern. Tulisan yang subtansinya adalah Menguji claim demokrasi yang meligitamasi dirinya sebagai satu-satunya sistem politik yang sah ini, apabila konsep ini kemudian di-konteks-kan dengan pesta demokrasi yang sesaat lagi akan dihelat dilingkungan Lembaga kemahasiswaan (MUFAK Lanjutan) ini akan sangat menampakkan relevansinya.


Relevansi yang Pertama, adalah sebagai praktek perdana (setelah sekian tahun Vakum menggunakan konsep atau Format ini) penerapan Demokrasi (modern) di lingkungan Lembaga Kemahasiswaan ini, tentu kiranya membutuhkan mental dan strategi serta taktik menggunakan pendekatan baik Politik, sosial, Budaya, atau bahkan ideologi yang dapat mengkonsolidasikan kepentingan delapan Blok besar di Fakultas kita (Struktur Mahasiswa Jurusan/prodi Pend. Sejarah, Pend. PKn, Sosiologi, Pend. sosiologi, Pend. adm Perkantoran, Administrasi Negara, Antropologi, dan Pend. IPS) dibawah naungan Bendera Kebesaran Federasi Mahasiswa FIS UNM atau BEM MAPERWA FIS UNM ketika terbentuk nantinya. dengan sistem yang tetap beralaskan pada culture-budaya yang telah ada dan sesuai dengan kontekstual kondisi FIS hari ini. Yang saya maksud dengan Konsolidasi kepentingan adalah bagaimana struktur kekuasaan (Badan Perumus, steering Commite, Himpunan-Himpunan dan PANPEL) yang telah di berikan kewenangan untuk menyelenggarakan dan mengawal ajang bergengsi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial ini mampu mendobrak Fanatisme egosentris, ego-ego sectoral masing-masing Jurusan/ Prodi (mahasiswa) terhadap kepentingan kelompoknya dan kemudian mengarahkan, memandu, serta mengharmonisasikan Kepentingan masing -masing Jurusan/ Prodi atau kelompok tersebut dalam satu bingkai kepentingan Besar lagi Kolektif mahasiswa Universitas Negeri Makassar pada umumnya dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial pada khususnya. Pertanyaan yang kemudian muncul dan harus di jawab secara bersama adalah apa kepentingan besar dan kolektif Mahasiswa UNM pada umumnya dan FIS pada khususnya? Pertanyaan ini tentu saja akan mudah untuk dijawab apabila kita sepakat bahwa ajang Musyawarah Fakultas kali ini bukan semata-mata Proses perebutan Jabatan yang membabi-buta dan cenderung menghalalkan segala cara, terlebih lagi apabila Struktur Kekuasaan yang ada sekarang ikut dalam arus Conflict of Interest tersebut, maka hampir bisa dipastikan pertanyaaan diatas tidak akan dapat terjawab dalam waktu yang singkat dan Syarat Demokrasi Modern yang dimaksud Frans diatas dengan Sendirinya akan Gugur.

Relevansi yang Kedua, yang tak kalah relevannya adalah apabila Sistem Politik bernama demokrasi yang akan di dikte dalam proses pengisian jabatan ini, di adopsi secara mentah oleh Stake Holder yang terlibat di dalamnya -mulai dari perumusan regulasi sampai penyelenggaraan MUFAK Lanjutan natinya- dari Demokrasi yang bersifat Arogan dengan mengclaim/melegitimasi keberhasilan sistemnya pada lingkup yang lebih luas, maka penulis pikir Infrastruktur Politik dalam hal ini Kandidat dengan jurusan/prodinya akan kesulitan mengikuti ritme demokrasi tersebut dan tidak menutup kemungkinan tersesat dalam proses ini. Sebagai bentuk penegasan penting dari saya kiranya sistem politik kita senantiasa di uji efektifitas keberlakuannya sembari memperbaiki kelemahan-kelamahannya. Terutama kelemahan regulasi (KONSTITUSI-AD/ART) sebagai Pemandu sah Demokrasi.

Dalam tafsiran bebasnya Fanatisme kemudian diartikan sebagai suatu paham dan keyakinan yang terlalu kuat yang sedikit pun tidak memberikan peluang untuk menerima yang lain. Fanatisme inilah yang kemudian berubah menjadin sebuah variabel berbahaya dalam sebuah iklim yang demokratis. sudah semestinya menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membongkar apa yang menjadi akar Fanatisme yang belakangan semakin menguat dalam lingkungan Fakultas kita sebagai pelopor semangat pluralis dan diversitas. ingat pekerjaan ini akan mudah apabila Strukur kekuasaan yang disebut Stakeholder Fakultas, Jurusan/Prodi ikut membantu dengan cara menjembatani kepentingan Kolektif untuk menjadi -seperti yang di bahasakan Cak Nur dalam tulisannya yang bersubtitel Dari Rekonsiliasi Ke Konfrontasi- peredam benturan lempengan budaya organisasi (cultural faults organisasion) di masing-masing Jurusan/Prodi dan tidak memperkeruh proses ini, karena tidak bisa di pungkiri bahwa begitu banyak sumber daya baik anggaran, waktu, energi, bahkan aktivitas akademik yang dikerahkan semata-mata untuk Pesta Demokrasi Kita.

Pada akhirnya memang telah nampak benteng-benteng Fanatisme yang dibangun di kalangan mahasiswa per- Jurusan/Prodi mulai dari MUFAK awal kemarin sampai menjelang MUFAK Lanjutan ini. Apabila tidak dibongkar sesegera mungkin akan mengganggu sistem yang sudah terlanjur besar dan dianut di banyak tempat bernama Demokrasi. Maka penting kiranya menguji sistem berdemokrasi dan penerimaan sistem Politik tersebut bagi Kondisi dan situasi berlandasakan Kearifan Culture Politik dalam lingkungan Kemahasiswaan Fakultas kita. Untuk itulah penulis menguji kemudian dengan menghadapkan secara vis a vis dengan sebuah pendapat seorang filsuf rasionalis yaitu Rene Descartes dalam karyanya berjudul Discourse on Method yang menegaskan “Jika di antara kegiatan manusia yang murni sebagai manusia ada satu yang benar-benar baik dan perlu, saya berani berpendapat bahwa itu adalah kegiatan yang saya pilih”.

Menutup tulisan ini Penulis menaruh harapan yang besar kepada teman-teman, kakandaku penyelenggara MUFAK baik Badan Perumus, Steering Committe, PANPEL, Himpunan-Himpunan dan terutama Pengurus FEMA FIS UNM sebelumnya agar memberikan Pembelajaran Politik yang Baik dan Benar dengan tidak menunjukan sikap-sikap yang Non- elegan, demi Lembaga kedepannya yang lebih baik lagi. saya teringat dengan sebuah pepatah yang dilontarkan oleh Rene Descartes dalam buku yang sama di atas, Rene Descartes kemudian menasehati bahwa suatu pembelajaran yang buruk akan membuat orang (mahasiswa) bergumam dalam hati “saya merasa bahwa dengan belajar saya tidak mendapat lain, selain kesadaran yang semakin tajam bahwa saya tidak tahu apa-apa. sampai jumpa di kerja-kerja Lembaga nantinya. (*)


*Penulis: M. Yunasri Ridhoh mahasiswa jurusan PPKn FIS UNM 2012

Kirim Tulisan, Berita, Opini, Foto atau Karya Sastra Anda ke email redaksi@profesi-unm.com atau profesi_unm@yahoo.com untuk diterbitkan di rubrik Citizen Journalism Profesi Online. Sertakan juga foto, nama lengkap, jurusan/prodi atau jabatan Anda.

Berfilosofi dengan Kopi

Admin by Imam Rahmanto on Sunday, 13 April 2014 | 08:30

(int)
Judul Buku          : Kumpulan Prosa dan Puisi "Filosofi Kopi"
Penulis                : Dewi "Dee" Lestari
Penerbit              : Bentang
Tahun terbit        : 2012 (cetakan II)
Tebal buku         : 142 halaman

"Seperti pilihan Anda, cappuccino. Ini untuk orang yang menyukai kelembutan sekaligus keindahan"

"Sesempurna apapun kopi yang kanu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan"

Sesuai judul bukunya, Filosofi Kopi, Dee membawa pembacanya ke dunia serba kopi. Tentang kehidupan Jody dan Ben yang membangun bisnis kafe, hingga digemari banyak orang. Ben yang sangat terobsesi dengan menemukan kopi yang sempurna. Sedangkan Jody, yang selalu berpikir tentang bisnis dan menghasilkan uang dari usaha kafe mereka.

Pada akhirnya Ben menemukan rasa kopi yang sempurna ketika ditantang oleh seorang pejabat tinggi. Namun ia baru sadar rasa kopinya ternyata palsu belaka jika dibandingkan dengan kopi tiwus buatan Pak Seno, nun jauh di pelosok kampung. Meski dibuat dengan sederhana, namun kopi itu mampu mengalahkan sifat perfect Ben. Nyaris saja kafe mereka tutup karena Ben yang merasa depresi. Namun, kopi tiwus kembali membawanya ke kesadaran baru.

Meskipun berjudul Filosofi Kopi, namun isi buku ternyata tak berbicara sepenuhnya tentang kopi. Filosofi Kopi hanya satu dari 18 cerita pendek yang dituliskan Dee. Sebagiannya lagi tidak bisa pula disebut sebagai cerpen, karena berupa prosa-prosa pendek. Seperti Spasi yang berkisah tentang jarak antara dua orang yang memadu kasih sayang.

"Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring"

Diantara cerpen dan prosa itu adalah Mencari Herman, Surat yang Tak Pernah Sampai, Salju Gurun, Kunci Hati, Selagi Kau Lelap, Sikat Gigi, Jembatan Zaman, Kuda Liar, Sepotong Kue Kuning, Diam, Cuaca, Lara Lana, Lilin Merah, Cetak Biru, Budha Bar, dan Rico de Coro. Beberapa diantaranya pernah pula dimuat di majalah maupun surat kabar. Tulisan-tulisan di dalamnya adalah kumpulan tulisan dari beberapa tahun Dee menulis secara undergorund, di samping kesibukannya sebagai penyanyi.

Membaca buku kumpulan cerpen dan prosa satu dekade ini menyajikan cerita yang mengalir tanpa kerumitan pada bahasanya. Apalagi buku ini didaulat Majalah TEMPO sebagai Karya Sastra Terbaik di tahun 2006. Buku ini pulalah yang akhirnya mengantarkan Dee untuk menelurkan karya-karya lainnya, yang akhirnya diangkat ke layar kaca; Perahu Kertas.

"Jika ada yang memikat pada Dee adalah cara dia betutur: ia peka pada kalimat. Kalimatnya berhenti atau terus tidak hanya karena isinya selesai atau belum, tapi karena pada momen yang tepat ia menyentuh, mengejutkan, membuat kita senyum, atau memesona. Kepekaan pada ritme itulah yang menyebabkan sebuah tulisan - bukan sederet pesan di bungkus rokok Dji Sam Soe, bukan pula sepotong tesis doktorat," ungkap Goenawan Mohamad dalam pengantarnya di buku ini.
(*)


*Imam Rahamnto

Diklatsar UKM Olahraga Sajikan Materi Pengembangan Diri

Admin by DIORAMA on Saturday, 12 April 2014 | 22:42

Logo UKM Olahraga
(doc - Profesi)
PROFESI-UNM.COM -126 Peserta Diklatsar UKM Olahraga, menerima materi Pengembangan diri berupa Keorganisasian , Wanita dan Keolahragaan, Manajemen Keolahragaan, dan Kepemimpinan. Sabtu (12/4), di Ruang Senat Gedung Rektorat.

Ketua UKM Olahraga UNM, Rudiyanto mengungkapkan pemberian materi ini sebagai bekal peserta untuk menghadapi Diklatsar outdoor. Selain itu materi tersebut juga berguna diaplikasikan di masyarakat.

"Materi-materi yang tadinya berkutat di wilayah pengembangan diri para peserta Diklatsar, akan dipermantap pada kegiatan outdoor nantinya," tutur mahasiswa Pendidikan Antropologi ini.

Kegiatan ini mengusung tema "Membangkitkan Semangat Serta Pergerakan dan Solid Demi Terciptanya Kader yang Loyal dalam Melanjutkan Perjuangan UKM Olahraga UNM". (*)



*Nur Fadly

PR I: Dosen sebagai Pengawas Pendidikan Harus Jujur

int
PROFESI-UNM.COM - Pembantu Rektor Bidang Akademik, Sofyan Salam mengungkapkan ada kriteria tersendiri untuk memilih dosen sebagai salah satu pengawan Ujian Nasional (UN). Tidak semua dosen yang ada di Universitas Negeri Makassar dimandatkan, untuk mengawas UN SMA/SMK di SulBar. 

"Dosen yang diutus tidak pernah curang, dapat dipercaya, serta punya niat tulus untuk ikut serta," harapnya. 

Guru besar Fakultas Seni dan Desain ini berharap agar mereka mampu mewakili nama UNM, dengan menjaga nama baiknya. Hal ini, menjadi suatu pengabdian dosen selaku pengawas pendidikan dengan segala keikhlasan yang tulus. Akan banyak kendala karena daerah yang mereka datangi adalah daerah pelosok.

"Untuk para dosen yang mengawas di daerah pelosok, sekiranya bisa bersabar," ungkapnya. 

Untuk meminimalisir adanya kendala, para dosen yang diutus adalah dosen yang sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. Serta siap siaga dan mengenal lokasi yang akan ditujunya nanti. Sehingga selama disana, para dosen mampu berlajar dan beradaptasi. (*)


*Reporter: Nurlaela Basir

Harlah UKM Seni Tampilkan Ousyah Band

Logo UKM Seni
(doc - Profesi)
PROFESI-UNM.COM - Ousyah Band yang digawangi Eross Luna (vokalist), Dodi (Lead Guitar), Cila (Rhytm), Nuno (percussion), Edwin (violin), Hamsan (Drum), Halim (bass) tampil di Harlah UKM Seni, Jumat Malam (11/4) Auditorium Amanagappa. Ousyah Band tampil membawakan lagu pelan-pelan saja.

Eross Luna mengungkapkan lagu ini mensosialisasikan tentang keselamatan berkendara. Lirik lagu ini selaras dengan tema Harlah UKM Seni yaitu Kilometer 22. Suasana pementasan juga dihiasi dengan lampu merah dan beberapa atribut yang biasa ada di jalan raya.

"Kalau berkendara pelan-pelan saja, perhatikan keselamatan," ungkap Eross.

Hal yang sama juga disampaikan salah satu pembawa acara, Ricardo sesaat setelah Ousyah Band Tampil. "Hati-hati saat berkendara," singkatnya.

Selain penampilan Ousyah Band, UKM Seni menampilkan pementasan perkusi, Puisi berantai, monolog, teater, tari 4 etnis,dan masih banyak lagi. (*)

*Reporter: Sulastri Khaer

Ilham Minta UKM Seni Tampil di Anjungan Losari

Logo UKM SENI UNM
(doc - Profesi)
PROFESI-UNM.COM - "Saya berharap ada kerjasama antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Makassar dengan UKM Seni agar ada pementasan seni budaya di Anjungan Losari"

Hal ini di sampaikan langsung oleh Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin, saat memberikan sambutan dalam malam puncak perayaan hari lahir UKM Seni UNM, Jumat (11/4) di gedung Amanagappa.

Lebih jauh, Ilham menceritakan bahwa anjungan yang dibuat mewakili 4 etnis yang ada di provinsi Sulawesi. Hal tersebut juga diperuntukkan untuk menampilkan berbagai bentuk seni budaya yang berhubungan dengan keempat etnis tersebut.

"Jadi UKM Seni bisa memanfaatkan anjungan tersebut bahkan kalau bisa sebulan sekali menampilkan kreatifitasnya disana,"imbuhnya. (*)




*Reporter: Andi Sri Mardiyanti Syam